<br /> <br />Berawal dari teriakan-teriakan meminta keadilan yang terjerat dalam kesunyian, inilah puisi persembahan kami berjudul 'Deru dalam Sunyi'. <br /> <br />-------------------------------------------------------------------------------------------- <br /> <br />Jaman rasanya semakin bebas <br /> <br />Tapi aspirasi malah dikurung batas <br /> <br />Bumi pertiwi berjungkir balik <br /> <br />Dilahap masalah-masalah pelik <br /> <br />Lalu apa arti demokrasi? <br /> <br />Dimana letak toleransi? <br /> <br /> <br /> <br />Sulit sekali membedakan mana yang suci <br /> <br />Dan mana yg tak tahu diri <br /> <br />Ketika bersuara jadi prasangka <br /> <br />Dan ketika membela malah trasangka <br /> <br />Jadi kita harus percaya pada siapa? <br /> <br /> <br /> <br />Masihkah ingatkah kau ketika peluh dan darah <br /> <br />Menetes untuk melawan para penjajah <br /> <br />Tapi Ketika penjajah angkat kaki <br /> <br />Kita malah ditikam oleh bangsa sendiri <br /> <br /> <br /> <br />Sudah lama ku tak dengar suara merdu <br /> <br />Yang bernyanyi tentang keadilan <br /> <br />Dimana hukum rasanya seperti permainan <br /> <br />Saat kesalahan diringankan <br /> <br />Dan kebenaran dilumpuhkan <br /> <br />Jadi bagaimana? <br /> <br />Sampai kapan kita harus menerka-nerka? <br /> <br />Apakah bangsa ini sudah benar-benar merdeka? <br /> <br />